contoh laporan praktikum larutan

Judul Laporan :

LARUTAN

Tujuan :

v  Membedakan larutan dari bentuk, warna , volume

v  Membedakan kadar kelarutan .

Alat dan bahan

                 ALAT

BAHAN

  • Beker Glass                                         
  • Gelas Ukur
  • Serbet
  • Batang Pengaduk
  • Sendok
  • Air “Club”
  • Sirup
  • Susu bubuk “Hilo”
  • Gula
  • Tepung Terigu
  • Minyak Goreng
  • Garam

 

 

Hasil percobaan :

HASIL PERCOBAAN LARUTAN

NO

PERLAKUAN

SEBELUM

SESUDAH

1.

Larutan garam

1.masukan 1 sendok garam ke bekor gelas 

  • garam berwujud padat ;serbuk;warna putih
  • Garam larut dalam air
  • Warna : keruh
  • Volume: tetap
  • Larutan : keruh
 

2.tambahkan 100 ml air

  • garam belum tercampur dengan air. 

2.

Larutan minyak

1.ukur 50 ml minyak goreng

  • Minyal berwarna kuning kental
  • Setelah di aduk 5 menit ,
  • Berwarna kinung keruh, masih terdapat sekat antara minyak dan air . terdapat 3 lapisan,volume nya bertambah 1 ml dan minyak lebih kental
 

2.ukur 50 ml air masukan ke bekor gelas

  • Air dan minyak tidak tercampur dan membentuk sekat

3

Larutan susu

1.1sendok makan susu di masukan ke bekor gelas.

  • Berewujud padat , serbuk dan berwarna coklat
  • Larut sempurna
  • Warna coklat keruh
  • Volume bertambah 3 ml
 

2.ditambahkan 50 ml air

  • belum tercampur dan membentuk gelembung

4

Larutan gula

1.masukan 1 sendok makan gula ke bekor gelas

  • Berbentuk padat
  • Warna putih

 

  • Larutan berwarna kuninh jernih
  • Terlarut sempurna
  • Larutan agak kental
  • Volume bertambah 8.5 ml

2.tambahkan air 50 ml

  • Belum terlarut
  • Air masih jernih
  • Gula belum terlarut

5.

Larutan tepung terigu

1.Masukan 1 sendok tepung terigu ke bekor gelas

  • Berwujud serbuk
  • Warna putih
  • Volume bertmabah 6 ml
  • Warna putih krem
  • Terdapat 2 lapisan (lapisan bawah berupa endapan )
  • Lebih kental di bandingkan air
 

2.tambahkan air 50 ml

  • Belum tercampur
  • Larutan memisah dengan tepung
  • Warna putih krem
  • Ada 3 lapisan yaitu: air, tepung basah, serbuk tepung

6.

Larutan sirup

1.masukan 1 sendok sirup ke bekor gelas

 

  • Warna hijau pekat, jernih dan kental
  • Larut sempurna
  • Berwarna hijau pudar n agak encer
  • Volume bertambah 4 ml
 

2.tambahkan 50 ml air

  • Belum tercampur sempurna
  • Terdapat endapan

 

 

 

 

 

 

KAJIAN PUSTAKA

Pada dasarnya materi itu adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume

Berikut adalah peta konsep dari MATERI

 

Yang kami jelaskan disini tentang campuran beserta perubahan sifat yang terjadi.

Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.pada suhu tertentu sampai

Suatu zat dapat larut dalam pelarut tertentu, tetapi jumlahnya selaluterbatas. Batas itu disebut kelarutan. Kelarutan adalah jumlah zat terlalarutan adalah sistem yang homogen dan mengandung lebih dari satu komponen. .

Bila suatu zat terlarut yang dengan jumlah yang kecil dan masih bisa larut maka disebut larutan tak jenuh dan ketika zat terlarut tidak bisa lagi terlarut dalam pelarutnya maka kondisi larutan tersebut disebut larutan jenuh.rut yangdapat larut dalam sejumlah pelarut

Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut).

b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh.

c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).

Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent.

b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent.

SISTEM KOLOID

Koloid adalah suatu sistem dispersi yang ukuran partikelnya lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil dari suspensi(campuran kasar)

Perbandinga sifat larutan,koloid dan suspensi

LARUTAN

KOLOID

SUSPENSI

  1. Satu fase
  2. Stabil
  3. Ukuran partikel lebih kecil bari 1 nm
  4. Tidak dapat di saring
  5. Homogen : larutan gula, udara bersih , alkohol 70 %
  1. Dua fase
  2. Sukar mengendap
  3. Ukuran partikel antara 1 sampai 100 nm
  4. Dapat di saring dengan penyaring ultra
  5. Tampak homogen (jika di lihat dengan mikroskop ultra bersifat heterogen) 
  1. Dua fase
  2. Mudah mengendap
  3. Ukuran partikel lebih besar dari 100 nm
  4. Dapar disaring
  5. Heterogen

Contoh : air sungai yang keruh

 

SUSPENSI

Dalam ilmu kimia, suspensi (Inggrissuspension) adalah suatu campuran fluida yang mengandung partikel padat. Atau dengan kata lain campuran heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam zat cair tersebut. Partikel padat dalam sistem suspensi umumnya lebih besar dari 1 mikrometer sehingga cukup besar untuk memungkinkan terjadinya sedimentasi. Tidak seperti koloid, padatan pada suspensi akan mengalami pengendapan/sedimentasi walaupun tidak terdapat gangguan.

Suspensi cairan atau padatan (dalam jumlah kecil) di dalam gas disebut sebagai aerosol. Contoh sistem aerosol dalam kehidupan manusia adalah debu di atmosfer.

STABILITAS SUSPENSI

  1. Ukuran partikel

Semakin besar luas penampang partikel daya tekan ke atas cairan akan semakin memperlambat gerakan partikel untuk mengendap.

  1. Kekentalan (viskositas)

Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairantersebut, mskin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun.

  1. Jumlah partikel (Konsentrasi)

Apabila dalam ruangan berisi partikel yang ebsar maka akan terjadi benturtan. Karena adanya benturan ini, menyebabkan terjadinya endapan. Oleh karena itu semakin besar konsentrasi patikel semakin besar terjadinya pengendapan.

  1. Sifat atau muatan partikel

Sifat dari bahan yang diguankan sebagai suspensi bermacam-macam. Apabila merupakan sifat alami maka kita tidak dapat memengaruhinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL ANALISA

  1. LARUTAN GARAM

Tergolong larutan karena bersifat homogen (tidak dapat di pisahkan meskipun dengan mikroskop), memiliki 1 fase , tidak dapat di saring , stabil dan semua partikelnya berdimensi kurang dari 1 nm

  1. LARUTAN MINYAK (MINYAK GORENG)

Pasti kita sudah mengetahiu sejak awal bahwa minyak tidak dapat larut dengan air . namun banyak dari kita yang tidak mengetahuinya. Banyak teori yang menyebutkan penyebab dari air tidak bisa menyatu dengan minyak. Salah satunya karena minyak memiliki gaya listrik dan bersifat tarik menarik. Namun menurut kami Penyebab dari air dan minyak tidak bisa menyatu dapat di jelaskan oleh teori  EMULSI yaitu :

a)      Teori Tegangan Permukaan (Surface Tension)

  1. Daya kohesi suatu zat selalu sama, sehingga pada permukaan suatu zat cair akan terjadi perbedaan tegangan karena tidak adanya keseim -bangan daya kohesi. Tegangan yang terjadi pada permukaan tersebut dinamakan tegangan permukaan (surface tension).
    dari sini dapat di jelaskan apabila terjadi tegangan semakin tinggi maka air dan minyak akan semakin sulit menyatu.

b)      Teori Orientasi Bentuk Baji (Oriented Wedge)

  1. Setiap molekul emulgator dibagi menjadi dua kelompok:
  2. Kelompok hidrofilik, yaitu bagian dari emulgator yang suka pada air
  3. Kelompok lipofilik , yaitu bagian yang suka pada minyak
    1.                                                               i.      Masing-masing kelompok akan bergabung dengan zat cair yang disenanginya, kelompok hidrofil kedalam air dan kelompok lipofil kedalam minyak. Dengan demikian emulgator seolah-olah menjadi tali pengikat antara air dan minyak. Antara kedua kelompok tersebut akan membuat suatu keseimbangan.

c)      Teori Interparsial Film

  1. Teori ini mengatakan bahwa emulgator akan diserap pada batas antara air dan minyak, sehingga terbentuk lapisan film yang akan membungkus partikel fase disper.

d)       Teori electric double layer ( lapisan listrik rangkap)

  1. Jika minyak terdispersi ke dalam air, satu lapis air yang langsung berhubungan dengan permukaan minyak akan bermuatan sejenis, sedangkan lapisan berikutnya akan mempunyai muatan yang berlawanan dengan lapisan didepannya. Dengan demikian seolah-olah tiap partikel minyak dilindungi oleh 2 benteng lapisan listrik yang saling berlawanan. Benteng tersebut akan menolak setiap usaha dari partikel minyak yang akan mengadakan penggabungan menjadi satu molekul yang besar, karena susunan listrik yang menyelubungi setiap partikel minyak mempunyai susunan yang sama

 

  1. LARUTAN TEPUNG TERIGU

Pada larutan tepung terigu terjadi reaksi kimia yang menyebabkan endapan. Karena pada hasil percobaan yang telah kami lakukan bahwa memang benar terdapat endapan pada larutan tepung terigu yang berwarna lebih putih dari larutannya.

Larutan tepung terigu terjadi endapan karena larutan tepung bersifat heterogen, tidak kontinu, sehingga memiliki sistem 2 fase. Dan larutan tepung terigu tergolong suspensi.

  1. LARUTAN SUSU

Dalam larutan susu terjadi larutan yang keruh, itu juga di karenakan larutan susu merupakan larutan yang memiliki sifat heterogen . ukuran koloidnya berkisaar 1 s.d 100 nm larutan susu ini tidak memisah dah juga tidak dapat di pisahkan dengan saringan dah itu juga penyebab larutan susu menjadi keruh. Sehingga dapat di simpulkan bahwa larutan susu tergolong koloid.

  1. LARUTAN GULA

Sesuai dengan percobaan larutan ini terlarut sempurna ( homogen), jernih , stabil tidak dapat di saring karena ukuran partikelnya hanya kurang dari 1 nm. Sehingga dapat di simpulkan larutan gula tergolong larutan

  1. LARUTAN SIRUP

Sesuai dengan percobaan yang kami lakukan bahwa larutan sirup ini memiliki sifat jernih ,karena jernih larutan ini tergolong homogen terdiri atas satu fase, larutannya stabil , sehingga dapat di simpulkan bahwa larutan sirup tegolong LARUTAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

 

  1. Larutan garam, larutan gula termasuk larutan  yang mamiliki sifat

1) Homogen, tak dapat dibedakan walaupun menggunakan mikroskop ultra
2) Semua partikelnya berdimensi (panjang, lebar, atau tebal) kurang dari 1 nm
3) Satu fase
4) Stabil
5) Tidak dapat disaring

  1. Larutan minyak dan larutan tepung terigu termasuk suspensi

1) Secara makroskopis bersifat homogen tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra.
2) Partikelnya berdimensi antara 1 nm sampai 100 nm
3) Dua fase
4) Pada umumnya stabil
5) Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra

  1. Larutan susu termasuk larutan koloid

1) Heterogen
2) Salah satu atau semua dimensi partikelnya lebih besar dari 100 nm
3) Dua fase
4) Tidak stabil
5) Dapat disaring

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s